Minggu, 30 Juli 2017

Super Teens,Kreaktif,efektif

Hari ini saya ketemu sama buku yang bagus banget judulnya "SUPER TEENS" jadi remaja luar biasa ndengan kebiasan efektif, buku ini di tulis oleh Malahayati, S.Psi, penerbit Jogja Bangkit Publisher tahun 2010.

sekilas saya baja sangat menarik dan ternyata memang menarik, buku ini bisa menjadi salah satu acuan buat saya mengajar siswa-siswi SMA dalam Bimbingan dan konseling selain itu dapat membuat saya menjadi guru yang kreaktif dan mengerti perkembangan remaja saat ini.seperti pada BAB I yaitu We Are Gift , menjelaskan siapa remaja itu? di buku ini disebutkan siapa saja sih yang bisa disebut remaja itu :

1. Menurut WHO ( World Health Organization
   Remaja adalah mereka dengan rentang usia 18-24 tahun dan mereka yang sudah megalami               perkembangan dari saat pertama kali menunjukkan tanda-tanda seksual sekunder sampai ia mencapai   kematangan seksual, perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menuju dewasa

2. Menurut Para Pakar Psikologi
   Menurut para pakar psiologi ini remaja dibagi menjadi 3 periode, yaitu :
   a. Remaja Awal ( early adolescent )
   b. Remaja pertengahan ( middle adolescent ) dan
   c. Remaja akhir ( late adolescent )

3. Menurut Dr. Sarlito bahwa batas usia remaja bagi individu berusia 11-24 tahun dan sedang mengalami perkembangan fisik dan mental, sedangkan menurut Zakiyah Derajat remaja didefinisikan sebagai anak yang ada pada masa peralihan dari masa anak-anak menuju usia dewasa, dengan batas usia 13 - 24 tahun.

Jadi dalam buku SUPER TEENS ini secara umum bahwa usia remaja di Indonesia berkisaran saat usia kamu menginjak akhir mas SD, SMP dan SMA, tapi menurut saya lebih pas nya kalo pada masa akhir SMP dan SMA .

Tata Cara Berwudlu

I. Berwudlu
   Berwudlu artinya bersuci, berwudlu untuk menghilangkan hadas kecil, dan menggunakan air suci mengikuti aturan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Rukun Wudlu :
1. membaca Basmalah, sambil membasuh telapak tangan, tiga (3) kali
2. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung kemudian mengeluatkannya, tiga (3) kali
3. Membasuh muka sampai rata, tiga (3) kali
4. Membasuh kedua tangan sampai siku. tiga(3) kali. Sebelah kanan terlebih dahulu
5. Mengusap kepala dengan menjalankan kedua telapak tangan sampai tengkuk dan kembali ke depan     kemudian mengusap telinga luar dengan ibu jari dan telinga dalam dengan telunjuk, satu (1) kali.
6. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki, tiga (3) kali



 Niat Berwudlu

Artinya : Aku Niat berwudlu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta'alla


Doa sesudah Berwudlu adalah :

Artinya : Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain allah dan tidak ada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Nya, Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang sholeh.


Rabu, 07 September 2016

program perpustakaan SMA

PROGRAM PERPUSTAKAAN SEKOLAH
SMA MA’ARIF YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2016 – 2017
oleh : Esti D fatmawati, AMd, S.Pd

A.    PENDAHULUAN
Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah. Dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan usaha membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya.(sulistyo basuki, 1993 ). Disamping itu dalam penjelasannya Undang-undang pendidikan nasional kita, disebutkan bahwa salah satu sumber belajar di sekolah yang amat penting tetapi bukan satu satunya . perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar di sekolah perpustakaan membantu tercapainya misi dan visi sekolah tersebut.  Mengingat pentingnya peran perpustakaan sek maka perlu adanya suatu pengelolaan atau manajemen yang tepat dan cepat sehingga fungsi perpustakaan  sekolah benar-benar terwujud. Namun masalahnya sekarang adalah tidak sedikit perpustakaan sekolah yang pengelolaannya masih kurang profesional.
Perpustakaan sebagai jantung sebuah lembaga pendidikan, sudah selayaknya mendapatkan porsi dan posisi yang strategis guna merealisasikan visi dan misi sekolah. Semua pihak, khususnya kepala sekolah harus memberi perhatian lebih akan eksistensi perpustakaan di sekolah, dan tidak lagi dianggap sebagai tempat menyimpan buku bekas, barang-barang tidak terpakai, bahkan tepat bermain saat tidak ada KBM. Hal ini tentu sangat ironis dan tidak mendidik.
Dari sudut pemikiran kami diatas, perpustakaan SMA MA’ARIF Yogyakarta berupaysa melakukan terobosan dan revitalisasi  peran dan fungsi perpustakaan sekolah untuk mendukung program dan visi-misi sekolah. Berbagai program dan terobosan yang direncanakan, diharapkan dapat memberi ruang yang lebih besar agar perpustakaan sekoah sebagai center of knowledge dapat terealisasi secara optimal.

B.     DASAR HUKUM
1.      Undangn-undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 tentang PERPUSTAKAAN
2.      Peraturan mentri pendidikan nasional RI Nomor 25 tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah / Madrasah.

C.    TUJUAN UMUM
Menjadikan perpustakaan sekolah berbasis ICT ( Information Communication and Technologi ) terdepan serta pusat IPTEK dan sumber belajar warga sekolah guna mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dan merealisasikan visi-misi serta sekolah.

D.    TUJUAN KHUSUS
1.      Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasan membaca khususnya serta mendayagunakan budaya tulisan, dalam berbagai sector  kehidupan.
2.      Mengembangkan kemampuan mencari dan mengelola serta memanfaatkan informasi
3.      Mendidik peserta didik agar memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat guna dan berhasil.
4.      Proses pembelajaran mandiri
5.      Memupuk dan mengembangkan minat dan bakat siswa
6.      Mengembangkan imajinatif dan kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi atas tanggung jawab dan usaha sendiri.

E.     TUJUAN STRATEGIK
1.      Melaksanakan layanan perpustakaan berbasis ICT ( Informatif Communication and Technologi )
2.      Merintis E-Library
3.      Mewujudkan kualitas dan kuantitas buku bacaan dan referensi
4.      Melayani semmua warga sekolah dengan layanan prima

F.     FUNGSI PERPUSTAKAAN
1.      Wadah atau wahana pengetahuan, administrasi dan organisasi yang sesuai sehingga memudahkan penggunannya.
2.      Sumber rujuakan ( reference center ) peserta didik, guru, tenaga bimbingan, tenaga administrasi dan pegawai yang berada dibawah  naungan SMA Ma’Arif Yogyakarta.
3.      Sarana pendukung dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan pendidikan nasional.
4.      Pusat Informasi bagi kegiatan belajar mengajar
5.      Sumber yang menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti kegiatan yang berkaitan dengan budaya, seni, kreasi dan budaya
  
G.    SASARAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
1.      Peserta didik SMA Ma’arif Yogyakarta.
2.      Kepala Sekolah, wakil sekolah dan para guru SMA Ma’arif Yogyakarta.
3.      Staf tata usaha dan pelaksana SMA Ma’arif Yogyakarta.

H.    PROGRAM JANGKA PENDEK
1.      Menyediakan dan melengkapi fasilitas perpustakaan sesuai kebutuhan
2.      Mengelola dan mengorganisasikan bahan pustaka dengan system tertentu sehingga memudahkan penggunaannya.
3.      Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik
4.      Meningkatkan minat baca murid, guru dan staf tata laksana.
5.      Menambahkan koleksi bahan pustaka secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanan perpustakaan.
6.      Memelihara bahan pustaka agar tahan lama dan tidak cepat rusak
7.      Menerbitkan kartu perpustakaan bagi siswa, guru dan staf tata laksana
8.      Menerbitkan berbagai administrasi perpustakaan ( kartu buku, katalog OPAC, lebeling, catalog buku dll )
9.      Inventarisasi, klasifikasi dan katalogisasi bahan pustaka
10.  Entry data anggota perpustakaan pada Sistem informasi perpustakaan (SIP)
11.  Pelayanan peminjaman buku perpustakaan
12.  Penerbitan Surat Tanda Bebas perpustakaan ( STBP ) bagi siswa kelas XII sebagai syarat pengambilan Ijazah.

 I.       PROGRAM JANGKA PANJANG
1.      Menerapkan system layanan perpustakaan ICT ( Informatif Communication and Technologi )
2.      Menerapkan E- Library learning
3.      Merealisasikan kualitas dan kuantitas buku minimal 3000 judul dengan 15.000 eksemplar pada tahun 2025
4.      Terciptanya ruangan perpustakaan yang memadai, kondusif dan menyenagkan.
J. EJNIS-JENIS LAYANAN PERPUSTAKAAN SMA MA’ARIF YOGYAKARTA
1. peminjaman berbagai jenis buku pelajaran, referensi , sastra, majalah dll
2. Multimedia ( LCD/VCD/DVD, OHP )
3. Pemutaran Filem-filem CD/DVD /OHP Pembelajaran

K.   STRUKTUR PENGELOLA PERPUSTAKAAN
1. Penanggung Jawab                              : Kepala Sekolah SMA MA’Arif    
2. Pustakawan/Kepala Perpustakaan       : Esti Dwi Fatmawati, A.Md, S.Pd
                            

Mengetahui                                                     Yogyakarta,     Maret 2016
Kepala SMA Ma’arif Yogyakarta                  Pustakawan Sekolah

Drs. Sunyoto                                                   Esti Dwi Fatmawati, S.Pd 
NIP.19571108 198603 1 007                         Nuptk. 0563761662300022
                                                                                                                                                  
rta,  Februari  2013
  
MEMBACA BISA MENINGKATKAN KERJA AKTIF OTAK ANAK
(Esti D Fatmawati,AMd,S.Pd)

Dahsyatnya perkembangan otak anak usia dini
anak4
Bila dibandingkan dengan negara tetangga, Indonesia masih menduduki peringkat rendah dalam hal budaya membaca. Hal ini tidaklah mengherankan, karena masih banyak masyarakat kita yang belum sadar akan pentingnya membaca. Tetapi belum ada kata terlambat, kita masih bisa memulainya, dengan membantu anak kita untuk menumbuhkan minat membaca sejak anak usia dini.
Pada usia dini , yaitu rentang usia 0-6 tahun, terjadi proses perkembangan otak anak yang dahsyat. Ketika seorang anak telahir di dunia ini, pertumbuhan otaknya sudah 25%, ketika mereka berusia 18 bulan sudah mencapai 50% dan di saat mereka berusia 6 tahun pertumbuhan otak anak mencapai 90% dan mencapai ukuran maksimal ketika berusia 18 tahun yaitu sudah mencapai 100%.
Pertumbuhan otak ini seiring juga dengan perkembangan intelektual anak. 50% kemampuan intelektual anak berkembang saat lahir sampai umur 4 tahun, menurun menjadi 30% dalam rentang usia 4 sampai 8 tahun, dan ketika mereka berusia 8 sampai 18 tahun semakin menurun menjadi 20%. Betapa sayangnya jika usia-usia emas (golden age) seorang anak berlalu begitu saja tanpa mendapatkan sesuatu yang berarti. Padahal membentuk kebiasaan di usia ini jauh lebih mudah dibanding usia sesudahnya.
Unggul dalam Matematika dan Bahasa Inggris
b3
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh institusi pendidikan di Universitas London menyatakan bahwa anak-anak yang senang membaca cenderung lebih baik dalam menguasai Matematika dan Bahasa Inggris ketimbang anak-anak yang tidak suka membaca. Penelitian yang dilakukan terhadap 6000 anak ini juga menyimpulkan bahwa penguasaan kosakata yang diperoleh anak melalui aktivitas membaca akan membantu anak dalam menyerap informasi pada kurikulum pembelajaran di sekolahnya.
Berdasarkan data lembaga survei The 1970 British Cohort Study bahwa sebanyak 14,4% anak-anak yang gemar membaca mampu menguasai matematika dan memiliki nilai matematika yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang tidak suka membaca. Sementara 9,9% lebih mudah untuk memahami kosa kata sehingga anak akan mudah dalam menyerap dan memahami informasi baru.
Penanggung jawab dari penelitian ini, Dr Alice Sullivan, mengemukakan hal senada yaitu ada kemungkinan bahwa kemampuan membaca yang kuat akan memungkinkan anak-anak mampu menyerap dan memahami informasi baru. Hal ini akan mempengaruhi pencapaian mereka dalam semua mata pelajaran di sekolah. Jadi anak-anak bukan hanya unggul di Matematika dan Bahasa Inggris saja, melainkan juga dapat unggul di semua mata pelajaran sekolah.
Gemar membaca ≠ bisa membaca
anak5
Sebuah studi yang diterbitkan dalam the journal Research in Social Stratification and Mobility menemukan bahwa anak-anak yang terbiasa untuk membaca buku di rumah akan memiliki nilai akademis lebih baik di sekolahnya daripada anak-anak yang tidak suka membaca buku. Bahkan dari studi ini pula ditemukan bahwa korelasi buku agar anak tumbuh menjadi anak yang berprestasi ternyata lebih kuat dari pada latar belakang pendidikan atau tingkat pendapatan orang tua. Jadi walaupun orang tuanya bukan berlatar pendidikan universitas, tetapi memiliki kesadaran akan pentingnya membaca buku, maka akan mencetak anak-anak yang lebih berprestasi dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya memiliki latar belakang pendidikan dari universitas dan memiliki penghasilan baik tetapi belum memiliki kesadaran akan pentingnya menumbuhkan minat membaca pada anak.
Oleh karena itu, peran orang tua dan guru lah yang harus mendukung anak-anak agar sejak mereka usia dini sudah dibantu untuk menumbuhkan minat membacanya. Sehingga anak bukan hanya sekedar bisa membaca , tetapi juga tumbuh menjadi anak yang gemar membaca.
Yang perlu kita ingat bahwa gemar membaca berbeda dengan bisa membaca. Anak yang bisa membaca belum tentu gemar membaca. Begitu pula anak yang gemar membaca, belum tentu sudah bisa membaca. Tetapi anak yang gemar membaca memiliki minat dan motivasi intrinsik untuk bisa membaca. Dengan demikian hanya dengan sudah bisa membaca saja belum cukup untuk membuat anak cerdas. Tetapi jika anak sudah gemar untuk membaca buku, maka dengan sendirinya anak akan senang belajar. Karena apa? karena buku dapat merangsang anak untuk mempelajari sesuatu yang baru. Sehingga rasa ingin tahu anak akan berkembang, dan anak selalu ingin tahu lebih banyak hal yang lainnya lagi. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membantu anak untuk tumbuh sebagai anak cerdas sesuai impian para orang tua dan guru.